Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

saudara yang sebenarnya

SAUDARA YANG SEBENARNYA Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: فأخوك من نصحك وذكرك ونبهك، وليس أخوك من غفل عنك وأعرض عنك وجاملك، ولكن أخاك في الحقيقة هو الذي ينصحك، والذي يعظك ويذكرك، يدعوك إلى الله، يبين لك طريق النجاة حتى تسلكه، ويحذرك من طريق الهلاك، ويبين لك سوء عاقبته حتى تجتنبه. "Saudaramu adalah yang mau menasehatimu, mengingatkanmu, dan menyadarkanmu, saudaramu bukan yang lalai dari keadaanmu, berpaling darimu, dan suka basa-basi kepadamu, tetapi saudaramu yang sebenarnya adalah yang selalu menasehatimu, mengarahkanmu, mengingatkanmu, mengajakmu kepada ridha Allah, menjelaskan kepadamu jalan keselamatan hingga engkau mau menempuhnya, memperingatkan dirimu dari jalan kebinasaan dan menjelaskan kepadamu akibat buruknya hingga engkau menjauhi jalan tersebut."

SEBAB-SEBAB AMPUNAN

Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Rajab رحمهﷲ berkata: فــإن كَمُل توحيد العبد وإخلاصه لله، وقام بشروطه كلها، بقلبه، ولسانه، وجوارحه، أوجب ذلك مغفرة ما سلف من الذنوب . "Maka tatkala tauhid seorang hamba telah sempurna, keikhlasannya hanya kepada Allah, menegakkan seluruh persyaratannya dengan dengan hati, lisan dan anggota tubuhnya, hal itulah yang menyebabkannya memperoleh ampunan atas dosa-dosanya yang lalu." (Jami' Al-Ulum wal Hikam : 2/417)

BERKURBAN SATU PENGHUNI RUMAH

قال ابن عثيمين رحمه الله: الأضحية سنة مؤكدة للقادر عليها، فيضحي الإنسان عن نفسه وأهل بيته. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: "Berkurban itu hukumnya sunnah yang ditekankan bagi yang mampu. Maka seorang insan bisa berkurban untuk dirinya dan keluarga satu rumahnya."

SUATU KESALAHAN FATAL

Imam Asy Syaukani rahimahullahu, من أراد أن يجمع في طلبه للعلم بين قصد الدنيا و الآخرة  فقد أراد الشطط و غلط أقبح الغلط . "Siapa yang ingin mengumpulkan di dalam menuntut ilmu antara maksud dunia dan akhirat. Maka sungguh ia inginkan penyimpangan yang jauh dari tujuan pokok, dan suatu kesalahan yang sangat fatal." (Adabu ath tholab wa Muntahi al Adab : 28)

KELEZATAN ILMU AGAMA

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: ولا ريب أن لذة العلم أعظم اللذات، و اللذة التي تبقى بعد الموت وتنفع في الآخرة هي لذة العلم بالله والعمل له وهو الإيمان به "Tidak ada keraguan, bahwa kelezatan ilmu (syar'i) merupakan kelezatan yang paling lezat, itulah kelezatan yang akan tetap ada pasca kematian, dan yang memberikan manfaat di akhirat adalah kelezatan ilmu tentang Allah, beramal untuk-Nya, itulah keimanan kepada-Nya." (Majmu' Fatawa : 14/162)